Pilu Dua Nelayan Hilang di Muara Badak: Pesan Terakhir di Tengah Laut Sebelum Kapal Kehabisan BBM

img

(Tangkap layar dari video yang dikirimkan korban kepada keluarga/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Dua nelayan asal Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dilaporkan hilang sejak Kamis (19/12/2024).

Keduanya, yang diketahui bernama Ipul dan Jawa, berangkat ke perairan Muara Badak pada Rabu malam untuk melakukan transaksi barter barang dengan bahan bakar minyak (BBM).

Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi ketika kapal mereka kehabisan bahan bakar di tengah laut sekitar pukul 12.43 Wita dini hari.  Saat dikonfirmasi awak media. Seorang kerabat korban yakni Taswin, mengungkapkan bahwa korban seorang pembisnis

“Mereka memang sudah janjian mau menukarkan barang, janjian melalui pesan Whatsapp (WA). Salah satu korban Ipul malam kemarin sempat menghubungi saya dan istrinya untuk memberi tahu kalau mesin kapal mati ditengah laut," ungkap Taswin Minggu (22/12/2024) malam.

Taswin menjelaskan juga bahwa kedua korban ini berangkat berlayar dari kampung ke laut setelah Maghrib.

“Kedua orang ini hendak menukarkan barang yang di bawa dengan kapal yang menggunakan bahan bakar minyak. Sesampainya di lokasi, kapal yang di tuju ternyata telah pergi.”katanya.

"Saat akan sampai di kapal dan orang yang mau barter sama korban ternyata sudah pergi, jadi tinggal korban ini saja di kapal yang kehabisan bensin, mesinnya mati tak bisa lanjut berlayar. Disitu mereka bingung karena memang Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya untuk sampai di kapal itu saja, pas sampai di titik kapal orang itu sudah pergi," terangnya

Lebih lanjut, dari kronologi tersebut Taswin mengatakan pada saat itu  kedua korban dalam keadaan bingung untuk mencari pertolongan.

“Korban sempat menghubungi saya pada pukul 12.43 WITA dini hari, kemudian, menghubungi istrinya melalui video dan video itu telah diunggah di akun Facebook dan sudah ditonton ribuan orang.” tuturnya.

“Istrinya juga bangun subuh, karena memang waktu itu semua orang sedang tidur. Kita liat pesan masuk di pukul 04.30 Wita waktu shalat subuh. Saya juga liat pesan itu subuh," lanjut Taswin.

Lebih Taswin mengungkapkan setelah menerima pesan dari korban, dirinya langsung mengerahkan Anak Buah Kapal (ABK) untuk menuju ke lokasi perairan Muara Berau yang di kirim korban melalui pesan WA, namun naas setibanya di titik lokasi kedua korban tidak ditemukan.

Dijelaskannya jarak tempuh Muara Badak ke lokasi  korban yakni 20 kilo dengan waktu tempuh ke lokasi korban sekitar satu jam.

"Mereka berdua Ipul dan jawa. kita harap kedua orang ini tidak terbalik dari kapal, karena memang sekarang cuacanya ekstrim,"kata Taswin.

Hingga saat ini, Taswin mengatakan pihaknya bersama warga dibantu dengan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih melakukan pencarian terhitung sejak tanggal 19-22 Desember.

Dari informasi yang dihimpun media Poskotakaltimnews, hingga saat ini Basarnas sudah berada di lokasi perairan Bontang dan Anggana. Selain itu pihak kerabat korban juga berupaya melakukan pencarian dengan cara menyadap nomor Handphone (HP).

Dari keterangan kerabat korban, sampai saat ini dari hasil penyadapan nomor korban. Keduanya telah masuk diperairan Palu, Sulawesi.

“Sampai sekarang belum ada kabar dan pencarian masih berlanjut, kita harap keduanya kembali dengan selamat,” harap Taswin. (tan)